Hasil gambar untuk percy jackson the titan's curse

Judul: Percy Jackson & Olympians, The Titan’s Curse

Penulis: Rick Riordan

Desain Cover: Arnoldo Mondadori, Editore S. p. A., Milano

Penerbit: Mizan Fantasi

ISBN: 978-602-1606-20-9

Cetakan kesepuluh, Maret 2014

Jumlah Halaman: 397 halaman

Dipinjam dari Perpustakaan Daerah Sidoarjo

Blurb

Seorang akan hilang.

Kutukan Bangsa Titan harus seorang hadapi.

Dan, seorang akan binasa di tangan salah satu orang tuanya…

Sesosok monster purba yang telah punah hingga ribuan tahun, kini bangkit, mosnter yang dikabarkan sebagai pembawa kiamat bagi dewa-dewi Olympia. Sementara Artemis, satu-satunya dewi yang tahu cara melacaknya, menghilang tanpa jejak.

Kini, Percy dan teman-temannya, bersama para pemburu Artemis, hanya memiliki waktu satu minggu untuk mencari dewi yang hilang dan memecahkan misteri monster yang tengah diburu. Percy mengawali misi ini dengan dibayangi oleh tantangan paling berbahaya yang pernah dihadapi, ramalan mengerikan sang Oracle mengenai kutukan Bangsa Titan. Percy harus terus waspada, karena jika dirinya memang bagian dari ramalan, maka dia harus bersiap untuk menghilang atau yang lebih buruk, binasa. 

Ringkasan Cerita Berawal saat musim dingin datang, Percy, Anabeth, dan Thalia datang ke Asrama Westover untuk menemui teman Satir mereka, Grover. Grover bertugas untuk mengawasi blasteran (manusia setengah dewa) yang terdapat di sekolah militer Westover tersebut. Terdapat dua blasteran, kakak beradik Angelo, yang harus diawasi Grover, karena kakak beradik tersebut belum mengetahui bahwa mereka adalah blasteran. Tapi ternyata, ada monster yang juga ikut mengawasi blasteran kakak beradik tersebut, yakni monster jenis Manticore yang menyamar menjadi guru di Westover bernama Dr. Thorn.

Menyadari kehadiran Percy dan kawan-kawannya, Dr. Thorn mengambil langkah cepat dengan menjebak Percy melalui kakak beradik Angelo. Percy yang terjebak, bersama dengan kakak beradik Angelo dibawa oleh Dr. Thorn ke pinggir jurang. Percy yang menggunakan telepati untuk menghubungi Grover, berhasil diselamatkan oleh kawan-kawannya, juga oleh sekawanan pemburu yang tiba-tiba muncul dipimpin oleh Arthemis dan berhasil memukul mundur Dr. Thorn. Dr. Thorn jatuh ke jurang, namun sayang, Annabeth juga ikut terjatuh. Namun keduanya tidak jatuh ke laut, tapi menghilang entah ke mana.

Arthemis yang menyadari bahwa Manticore melayani monster kuno yang menyeramkan, ia memutuskan untuk berburu monster itu seorang diri, dan mengirimkan anak buahnya beserta para blasteran ke perkemahan blasteran menggunakan tumpangan Apollo, saudara kembarnya. Zoe Nightshade, wakil Arthemis, mulanya menolak untuk tinggal di perkemahan blasteran. Namun atas perintah Arthemis, akhirnya Zoe menuruti perintah Arthemis juga. Arthemis juga mengajak kakak Angelo untuk bergabung dengan grup pemburu yang akhirnya disetujui oleh kakak Angelo.

Beberapa hari setelah kepergian Arthemis, Percy bermimpi hal buruk tentang Anabeth. Hal sama menimpa Zoe nightshade yang bermimpi buruk tentang Arthemis. Zoe mencoba menemui Chorn, centaur penjaga perkemahan blasteran, agar para pemburu diizinkan mencari Arthemis. Namun Chorn bersikukuh itu hanyalah mimpi.

Hingga suatu malam, saat berlangsungnya pertandingan bendera, Oracle, mumi kuno peramal datang ke tengah arena (hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya) dan menunjukkan bahwa Arthemis dalam bahaya dan perlu diselamatkan oleh lima orang pemburu dan blasteran. Percy yang berharap bisa ikut dalam rombongan, ditolak oleh Zoe, karena pemburu tidak ingin pergi bersama laki-laki. Akhirnya tiga rekan pemburu bersama Thalia dan Grover akan pergi menyelamatkan Arthemis saat fajar tiba.

Sebelum subuh, Percy dibangunkan oleh Pegasus hitam bernama Blackjack yang meminta Percy untuk menyelamatkan spesies laut di Long Island. Percy dengan membawa topi kasat mata Anabeth, Riptide, dan perlengkapan perang lainnya, menunggangi Blackjackdan pergi ke Long Island untuk menyelamatkan spesies tersebut.

Pulang dari Long Island, Percy menguping para pemburu yang tengah bersiap untuk pergi yang ternyata salah satu pemburu tidak bisa ikut karena sakit. Percy berharap bisa menjadi anggota ke lima. Namun ia ingat bahwa Zoe tak ingin pergi dengan laki-laki. Saat Percy akan kembali ke kamarnya dari mencuri dengar, ia melepas topi Anabeth dan bertemu dengan adik Angelo. Adik Angelo meminta Percy untuk ikut rombongan agar bisa menjaga kakak Angelo. Percy semula menolak karena hal itu sangat tidak mungkin. Tapi adik Angelo memberi usulan agar Percy mengenakan topi Anabeth lagi. Percy akhirnya berangkat mengikuti para rombongan menunggangi Blackjack. Petualangan pun dimulai. Mereka harus bisa menyelamatkan Arthemis dalam satu minggu sebelum pertemuan para Dewa.

Di perjalanan, Percy akhirnya bergabung dengan Zoe juga, mengingat banyak monster dan makhluk-makhluk yang sukar dibunuh mengelilingi mereka. Perjalanan mereka sangat tidak terduga. Salah satu dari mereka harus berkorban sesuai ramalan, dan terbunuh oleh orang tuanya sendiri.

Review Jujur sih, ini pertama kalinya aku baca seri Percy Jackson setelah dua seri sebelumnya aku cuma nonton filmnya aja. Dan ternyata memang bukunya ringan buat dibaca. Bahkan lebih ringan dari Harry Potter karena bahasa yang digunakan lebih ke bahasa ABG daripada bahasa formal. Jadi untuk pembaca remaja yang ingin bacaan ringan dan nggak ingin mengulang-ulang setiap halaman untuk meresapi arti cerita, buku Percy Jackson pas banget.

Untuk tokoh dan karakter, they are so common with the movie. Oh, atau lebih tepatnya, adopsi film Percy Jackson dan para castnya benar-benar bisa mengimbangi bukunya. Misal seperti Percy yang kegabah, Annabeth yang cerdas dan bijaksana, ataupun Grover yang lucu. Semuanya benar-benar pas di imajinasi. Apalagi di seri ini muncul Dewi Bulan dengan beberapa pengikutnya yang berasal dari jaman berbeda namun dengan penampilan yang modern. Cara Rick Riordan menyampaikan spesifikasi benar-benar spesifik namun ringan. Tidak sulit untuk dibayangkan. Setiap kalimat yang dibaca langsung bisa dicerna oleh otak untuk diimajinasikan. Apalagi alur yang runtut dan penuh misteri yang disajikan di cerita ini membuat ceritanya nggak tega untuk ditinggal. Seperti misteri orang tua dewa dari kakak beradik Angelo, di mana sebenarnya Annabeth menghilang, monster apa yang diramalkan, usia sebenarnya dari mereka berdua yang penuh misteri, atau anak-bapak mana yang akan saling bunuh.

Intinya, cerita dari Percy Jackson ini ‘tidak memaksa’ pembaca untuk berimajinasi. Dengan kata lain, cerita ini nggak ada yang kebetulan. Setiap bab dan konflik yang terjadi selalu ada alasan. Selalu ada alasan kenapa tokoh A, B, C, ataupun D muncul atau melakukan hal yang demikian. Puas banget bacanya. Meskipun     latar dari cerita adalah dua dunia yang berbeda, semuanya tetap bisa dikukus jadi satu dan utuh, dan benar-benar ngalir gitu aja. Yaitu tadi, nggak ada setting yang kebetulan.

Tidak ada komentar lagi— Speechless….

🌠 🌠 🌠 🌠 🌠

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *